Proses Produksi Daging Sapi

Salam Sehat,

Proses produksi daging sapi dilakukan melalui kegiatan terintegerasi yang tersandard untuk menghasilkan produk akhir berkualitas tinggi.

Secara umum, kegiatan produksi daging sapi yang baik dimulai dari aktivitas antara lain;

1. Pemeliharaan Sapi

Sistem pemeliharaan sapi-sapi breeding dilakukan secara intensif. Walaupun sistem ini seringkali dinilai kurang ekonomis dibandingkan dengan sistem pemeliharaan ekstensif, namun kelebihan pemeliharaan secara intensif memiliki keunggulan yaitu performa reproduksi dapat dimaksimalkan karena pengawasan sapi jauh lebih mudah.

Untuk sapi pedaging akan dipelihara selama 90-120 hari untuk digemukkan. Proses pemeliharaan tersebut dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase starter, fase grower dan fase finisher. Program pemiliharaan dan pakan pada setiap fase berbeda, menyesuaikan kebutuhan sapi dan tujuan pemberian pakan. Tujuan utamanya adalah menghasilkan pertambahan bobot badan yang tinggi dan karkas yang baik.

2. Pemotongan Sapi

Cara pemotongan sapi biasanya dilakukan di unit Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Dengan prosedur operasional standar dalam menangani ternak sapi potong. RPH yang baik dilengkapi dengan alat-alat dan fasilitas modern serta didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman dalam aktivitas pemotongan hewan. Prosedur pemotongan kami sesuai dengan syariat Islam dan selalu memperhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare) dalam prosesnya guna mendapatkan produk yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

3. Daging Sapi

Setelah pemotongan sapi, akan dihasilkan beberapa kategori produk sapi, antara lain karkas Sapi, dan produk potongan daging sapi. Produk-produk ini kemudian disimpan di dalam ruang dingin (cold storage) pada suhu tertentu untuk menjaga umur simpan dan kualitas daging tersebut.

Daging yang telah siap ini dapat pula dijadikan bahan baku produk olahan, seperti sosis maupun bakso sapi disamping dapat pula dijadikan variasi-variasi potongan daging sapi untuk hidangan seperti tenderloin, sirloin, rib eyes, dan sebagianya.

Tentunya daging sapi ini juga harus melalui tahapan seleksi dan inspeksi pengecekan ketat oleh tim Quality Control (QC) untuk mendapatkan daging sapi terbaik yang aman, sehat, utuh, halal, dan memenuhi spesifikasi mutu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *